Kamis, 02 Mei 2013

Makanan Khas Karawang (Dijamin Penasaran!!!)


KULINER KHAS KARAWANG



1.      Sorabi Hijau
Sorabi tuh makanan khas tradisional dari Indo, biasanya yang terkenal tuh di Bandung sama Solo..hoho..
Nah, sekarang gw mau bahas Sorabi yang ada di Dengklok.. Dengklok yang dimaskud dsini tuh kota Rengasdengklok yang bersejarah itu,haha.. Tempat Bung Karno diculik ama pemuda2 gt d…
Anyway, Dengklok tuh Lokasinya tuh kurang lebih 15 km ke arah utara dari Karawang Barat. Jadi kalo mau ksini tuh dari tol Jakarta-Cikampek, keluar pintu gerbang tol Karawang Barat, habis tuh lurus aja trus, ke arah Tanjung Pura, ada papan petunjuknya kok, Nah nanti tuh bakal kliatan ada terminal namanya terminal Tanjung Pura, dari situ tanya2 aja sama org, pasti tau.. susah dijelasin dsini,ahhaa..
Sorabi ini tuh adanya deket kuburan, makanya sering disebut juga Sorabi Kunti (serem ama yak,haha..) Tapi nama toko sebenernya tuh Sorabi Hijau Hidup Baru..hoho..
Nah sorabi disini enak TOP BGT!! haha.. gw blom pernah ktmu sorabi yg seenak ini kalo makan sorabi di tpt laen, Bandung sih biasanya, haha.. Jauh deh ama NHI punya.. Tapi ke Solo blum perna sih, gataw d,haha.. Sorabi ini adonannya dibuat dari daon suji sama pandan, jadi warnanya ijo.. Adonannya tuh ditaruh di tpt cetakan yang dari tembikar gt, trus dibakar pakai arang, biasa sih sbenernya,haha.. Tapi wangi pandannya tuh brasa bgt, nah yg ngebuat mantepnya tuh saos kincanya.. Dsini ada 2 macem, durian sama yg pandan biasa.. Dua2nya mesti coba deh, ga rugi, haaha…
Harganya juga murah kok, 5 tangkep sorabi, dgn 1 tangkep tuh 2 potong, sekitar 15 rb.. Jadi 1 tangkep kira2 3000 rp, murah kan,hahaa.




  1. Opak Ketan Rawagede

Opak Ketan RawagedeOpak ketan Rawagede bentuknya kecil-kecil, sangat berbeda sekali dengan Opak Ketan buatan Cibuaya yang besar-besar. Jadi hanya 2 kali gigit langsung habis. Kelebihannya adalah pada rasanya yang renyah dan gurih terutama untuk opak yang baru dibakar.
Opak ketan mungkin hampir ada di tiap daerah, tetapi Opak Ketan di Rawagede ini memiliki rasa yang lain dari yang lain. Ada rasa khas tersendiri dibanding opak-opak ketan lainnya. Padahal di Rawagede juga beredar opak buatan daerah lainnya di Karawang yakni dari Kec. Cibuaya yang besar-besar.
Opak Ketan Rawagede yang hingga kini masih bertahan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Opak Ketan tersebut tidaklah terlalu istimewa. Bahan-bahan yang biasa beredar dipasaran sudah cukup baik menghasilkan Opak Ketan yang gurih dan garing. Beras ketan, santan kelapa, sedikit garam sudah cukup untuk menghasilkan opak ketan yang gurih dan garing. Tetapi kadang juga ampas kelapa dicampurkan kedalam adonan opak untuk menghasilkan effek garing yang lebih.
Hal terberat dalam pembuatan Opak Ketan, adalah pada proses dari nasi menjadi bahan opak yang lembut (orang Rawagede menyebutnya ’Gindel’) yaitu dengan cara ditumbuk secara tradisional menggunakan Lumpang dan Halu.
Proses dari ‘gindel’ menjadi opak adalah dengan cara di tekan-tekan dengan menggunakan alat berbentuk pipa kecil seukuran pipa kran air. Setelah ‘gindel’ tersebut menjadi tipis, kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering, biasanya ujung-ujung opak tersebut digunting supaya membentuk bulatan kecil yang rapi. Barulah kemudian di bakar dengan menggunakan arang.
Harga opak ketan tersebut relatif masih sangat murah sekali, yaitu Rp 200,- per buah. Dan berhubung masih sangat tradisional, maka tidak ada kemasan khusus yang disediakan. Hanya kantong plastik keresek biasa yang dipakai untuk membungkusnya atau plastik bening kiloan.
Sebetulnya kalau mau dibenahi dengan benar paling tidak dibuat kemasan khusus yang lebih bagus, baik dan menarik, Opak Ketan Rawagede Kecamatan Rawamerta ini bisa di promosikan atau dijual di area Monumen Rawagede sebagai salah satu buah tangan khas Rawagede.
Sayangnya, sampai sekarang belum ada satu orang pun yang ikut mengembangkan makanan khas ini. Ada yang tertarik untuk mendayagunakan para pembuat Opak Ketan Rawagede tersebut?
3. Ikan Gabus Bumbu Pucung
Kali ini tujuannya hanya di Karawang bagian utara, tepatnya di Desa Panyingkiran Kecamatan Rawamerta.
Desa Panyingkiran Rawamerta di sebuah warung kecil dipinggiran irigasi, tepatnya di Pertigaan Panyingkiran-Rengasdengklok-Lemahabang Wadas Menu khas kali ini adalah Sayur Ikan Gabus Bumbu Pucung. Menu khas ini sebenarnya masakan khas Betawi yang disebut “Gabus Pucung” yaitu Ikan Gabus yang dimasak dengan pucung/keluwak (mirip dengan masakan Rawon khas Jawa Timur). Satu kilogram Ikan Gabus, yang jumlahnya antara tiga dan empat ekor, dapat dimasak menjadi lima porsi. Seporsi sayur gabus dijual Rp. 6,000 – 12.000,- Sedangkan gabus segar dipatok harga Rp.35.000,- per kg.
Ikan Gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dijual dalam keadaan hidup, segar maupun menjadi gabus asin. Menurut pak Nana (38) salah seorang pemasok ikan gabus di warung makan, bahwa ikan gabus yang Ia peroleh berasal dari tangkapan alam, bukan dari hasil budidaya. Nah loh, pantesan mahal. Apalagi penyebarannya tidak merata, hanya ada di Lemahabang, Rawamerta, Telagasari Karawang dan loncat ke Bekasi di Kec. Sukatani dan pengelolanya biasanya masih keturunan Betawi.
Ikan Gabus termasuk Famili Channidae dengan nama ilmiahnya Channa Striata. Mempunyai beberapa nama daerah diantaranya Ikan Kutuk (Jawa), Ruan/Haruan (Kalimantan), dan Ikan Deleg (Palembang). Ikan gabus mempunyai ciri-ciri : berwarna coklat kehitaman, bagian bawah perut berwarna cerah, sisi badan mempunyai pita yang mengarah kedepan. Bentuk kepalanya menyerupai kepala ular sehingga dalam Bahasa Inggrisnya disebut Snakehead Murrel.
Meskipun Ikan Gabus di Indonesia sangat popular dan digemari, tetapi sampai saat ini ikan gabus belum banyak dibudidayakan. Ikan Gabus merupakan ikan air tawar daerah tropis seperti Afrika dan Asia termasuk Indonesia. Sebagian besar produksi Ikan Gabus di Indonesia berasal dari tangkapan alam. Lama-lama bisa jadi bakal punah.
Dari 100 gram Ikan Gabus mengandung energi 74 kkal, Protein 25,2 gr, lemak 1,7 gr, kalsium 62 mg, phosphor 176 mg, besi 0,9 mg, dan vitamin A 47 RE. Disamping itu, ikan gabus merupakan satu-satunya ikan yang mempunyai kandungan albumin sangat tinggi. Albumin merupakan salah satu jenis protein penting yang sangat diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka.
Melihat potensi pasar yang sangat besar dan manfaatnya bagi kesehatan, maka pengembangan teknologi budidaya Ikan Gabus di Indonesia perlu segera dilakukan agar tidak punah karena setiap hari ikan ini diburu untuk dihidangkan.
Kelezatannya mampu mengobati rasa penat Semoga resep ini bermanfaat bagi yang suka menyantap Ikan Gabus. (kucing..kali..menyantap..he..he..he..).




4. Kue Gonjing, Lezat dan Murah Meriah
G
onjing merupakan makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan kelapa. Lezat dimakan dengan ditaburi gula putih atau enak juga dengan saos. Yang pasti penganan atau jajanan khas nusantara ini dari segi rasa tidak kalah dengan jajanan modern seperti donat. Secara kesehatan, bahan alami yang dipakai tanpa bahan pengawet membuat kesehatannya terjaga.
Makanan ini, di Karawang disebut Gonjing, di Jakarta Kue Pancong, begitupun di Medan, sedangkan di Bandung dikenal dengan nama Bandros. Perbedaan nama ini merupakan hal yang biasa diberbagai daerah. Selain perbedaan nama, gonjing pun biasanya dijual dengan dua cara, pertama dijajakan dalam bentuk yang sudah dibuat sebelumnya atau yang kedua bisa juga dimasak langsung dan dimakan selagi hangat. Untuk yang kedua, biasanya gonjing dijual secara berkeliling dengan gerobak yang ditanggung ataupun didorong. Harganya? tentunya terjangkau, berkisar antara 5oo rupiah hingga seribu rupiah. Biasanya Gonjing dijual secara berkeliling.
 
5. Pepes Walahar ( Pak Dirja )
Alamat : Bendungan Walahar,Kawasan Industri Texmaco,Jl.Raya Kosambi No 37.

Inilah PEPES yang kondang di karawang.Lokasinya tak jauh dari pintu tol karawang timur yang menuju ke kawasan industriTexmaco.Disini anda akan menemukan sebuah bendungan yang bernama walahar.Lokasi kedai pepesnya terletak di seberang bendungan,melalui sebuah jembatan kecil. Menu yang paling dicari oleh banyak orang sudah tentu adalah pepes-nya, ada beberapa jenis pepes disini, diantaranya : pepes ayam, pepes jambal, pepes jamur, pepes teri, pepes oncom, pepes ikan mas, pepes tahu, dan pepes usus. Pepes ini biasa disajikan bersama lalapan, tahu dan tempe goreng, serta sambal terasi.
Tetapi yang menjadi menu favorit warga sekitar adalah pepes jambal.Dengan ikannya yang empuk dan gurih dalam balutan yang sedap betul yang biasanya disediakan dengan aneka lalapan ,tahu,dan tempe goreng serta sambal terasi.Bila anda ingin berkunjung ke kedai milik H.dirja ini silahkan ikuti petunjuk Alalmat di atas.
Pepes Walahar cukup kondang di telinga orang-orang Karawang dan juga orang luar kota, tak jarang banyak yang rela jauh-jauh datang dari luar kota untuk menikmati kelezatan pepes disini. Kedai ini didirikan oleh H. Dirdja dan Hj. S. Kurnia sejak tahun 1987, namun lebih terkenal dengan nama Pepes Walahar karena lokasinya berdekatan dengan bendungan Walahar yaitu terletak di seberang bendungan.
Ada beberapa pilihan tempat makan bagi pengunjung, yaitu di pendopo atau saung-saung kecil yang terletak di belakang tempat makan tersebut. Semua pepes dimasak secara tradisonal dengan kayu bakar. Pepes-pepes yang sudah dibumbui dan dibungkus daun dibakar di atas panggangan yang lumayan besar dengan api yang menyala.










6. Soto Gempol

Soto yang satu ini sangat terkenal di kota Karawang, siapa lagi kalau bukan Soto Gempol. Sebagian besar warga Karawang sudah sangat mengenal soto Gempol, maklumlah soto ini sudah ada sejak tahun 1980-an oleh H. Abdul Syukur dan Hj. Fatimah.
Menu andalan disini sudah tentu adalah Soto Gempol-nya, tersedia 4 pilihan soto diantaranya : soto ayam, soto daging, soto babat, dan soto usus. Tapi jika mau mencoba semuanya tinggal pesan saja soto campur. Soto Gempol mirip dengan Soto Betawi, Cuma Soto Gempol warna kuahnya lebih kekuningan sedangkan Soto Betawi kuah santannya berwarna putih. Biasanya disajikan bersama taburan emping dan daun bawang, disertai dengan acar dan perasan jeruk nipis membuat soto ini menjadi semakin gurih dan lezat.
Layanan yang diberikan di Soto Gempol lumayan cepat sehingga pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama. Selain itu servis dan layanan para pramusaji sangat ramah dan memuaskan membuat pengunjung betah dan senang untuk singgah kembali di Soto Gempol.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

7. Soto Tangkar Mang Nean

Salah satu makanan khas Karawang adalah Soto Tangkar, soto ini mudah ditemukan di berbagai jalan di kota Karawang. Salah satu soto tangkar yang terkenal adalah Soto Tangkar Mang Nean yang mulai buka pukul 10 pagi hingga pukul setengah 11 malam.
Walaupun cuma warung kaki lima, tapi Soto Tangkar Mang Nean tak kalah rasanya dengan yang ada di restoran-restoran besar. Soto disajikan dalam mangkuk dengan kuah santan berwarna kekuningan, dengan pelengkapnya nasi putih, emping, sambal dan jeruk nipis. Soto Tangkar Mang Nean terkenal dengan kikilnya yang empuk dan gurih tidak seperti kebanyakan soto tangkar yang lain. Selain menu soto tangkar, tersedia juga sate empal, sate otak, dan sate jeroan.
  • Menu Andalan: Soto Tangkar (Rp 12.000)
  • Jam Buka: 10.00 - 22.30
  • Alamat Lokasi: Jl. Dewi Sartika (samping hotel Dewi), Karawang Telp. 0267 - 409623










8. Lesehan Mang Ajo


Inilah salah satu tempat makan kebanggaan warga Karawang. Rumah makan ini konsepnya menyatukan arena pemancingan dengan suasana lesehan yang nyaman dan teduh. Letaknya di Jl. Pintu Tol Karawang Barat. Telp. (0267) 644153. Lokasinya memang tak seberapa jauh dari pintu tol Karawang Barat yang cukup lebar dan mulus, memudahkan akses bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke sini.

Memasuki pintu gerbangnya, kita langsung disambut dengan kolam ikan dan saung-saung lesehan yang dibangun di sekeliling kolam. Beberapa pengunjung terlihat sudah asyik memancing ikan. Ya, pengunjung boleh memancing di semua kolam. Jika tak memiliki pancingan, rumah makan ini menyediakannya dengan harga Rp 7 ribu saja. Sementara jenis ikannya ada dua, yakni ikan mas dan nila. Semua hasil pancingan boleh dibawa pulang dengan harga Rp 22.500-Rp 25 ribu per kilogram. Bahkan ikan bisa juga dimasak langsung, lo. Pokoknya tempat ini sangat pas bagi rekreasi keluarga. Beberapa sarana bermain anak juga disediakan di beberapa sudut lesehan yang cukup luas ini.

Soal menunya, sudah pasti mengandalkan menu ikan air tawar, seperti ikan mas dan nila, dan gurami. Semuanya bisa dimasak dengan berbagai cara, mulai dari bakar, goreng, cobek, sop, pesmol, asam manis, pepes, hingga pecak. Semua ikan diperoleh langsung dari kolam ikan sehingga terjamin kesegarannya. Seperti ikan bakar yang jadi favorit, tampil dengan bumbu pekat yang terasa manis dengan aroma jahe yang kuat. Disajikan dengan sambal kecap yang cocok sekali jadi cocolannya.

Meskipun berkonsep pemancingan, namun rumah makan ini tak melulu menyajikan ikan semata. Maklum saja, tak semua pengunjung suka makan ikan. Jadi menu 'netral' seperti Sate Kambing, Sop Ayam, Ayam Goreng, Ayam Bakakak, Nasi Goreng, Cah Kangkung, hingga menu khas Sunda seperti Sayur Asem dan Karedok, ikut menghiasi daftar menunya. Jadi bisa mengakomodasi selera pengunjung yang datang berombongan.

Rumah makan luas ini memiliki sekitar 50-an gubuk lesehan yang bisa Anda tempati sambil melihat ikan yang berenang. Tak heran banyak sekali rombongan yang memanfaatkan tempat ini sebagai tempat rekreasi beramai-ramai. Rumah makan ini siap melayani Anda mulai pukul 08.00-21.00.





9. Es Walikota

Udara Karawang tergolong cukup panas. Cukup banyak kedai kecil yang menawarkan minuman dingin di kota yang terdapat banyak industri ini. Salah satunya Es Walikota yang menawarkan konsep baru dalam penyajian es buah. "Jadi es ini bebas memilih isinya serta sirupnya," tutur Bpk. Handoyo (60), mewakili putranya Ade (27), yang memiliki kedai ini.

Dipatok dengan harga Rp 8 ribu permangkuk, kita dibebaskan memilih jenis isi dan sirupnya. Pilihan isinya tersedia nanas, semangka, melon, pepaya, nata de coco, selasih, sagu mutiara, kolang-kaling, roti, stroberi, dan aneka jeli yang kenyal. Semuanya bebas dipilih jenisnya. Namun jumlahnya dibatasi dalam sebuah mangkuk kecil untuk mengambilnya. Dalam mangkuk inilah kita bisa mengisi sepenuhnya dengan aneka isi sesuai selera kita.
Setelah itu, kita pilih sirupnya. Tersedia rasa jeruk, melon, leci, stroberi, anggur, dan frambose. Nah, selanjutnya semuanya dicampur dengan tambahan es serut, susu kental dan gula pandan. Setelah diaduk-aduk, wah rasanya segar sekali. Porsinya juga cukup besar dan mengenyangkan, cukup sepadan dengan harganya.
Es Walikota menempatkan dirinya sebagai es yang lebih disukai untuk dibungkus. Terlihat dari minimnya tempat bersantap yang hanya berkapasitas 3 buah meja mungil. Namun dibungkus pun tak akan mengurangi kesegarannya, kok.

Kedai mungil ini terletak di Jl.
Ir. Juanda No. 47. Telp. (0267) 402547. Waktu operasionalnya juga cukup lama, mulai pukul 10.00-21.00. Nah, penasaran dengan kesegarannya? Segera saja menuju kedai ini yang letaknya tak jauh dari stasiun kereta Karawang.


10. Tahu Bumbu Sari Rasa



Di Karawang, Anda bakal menjumpai banyak sekali penjual menu Tahu Bumbu. Sebagian besar dijajakan dengan gerobak di pinggir-pinggir jalan menggunakan kedai tenda sederhana. Salah satunya di salah satu ruas jalan yang menjadi pusat kuliner di Karawang, yaitu di Jl. Dewi Sartika. Di sana adakedai Tahu Bumbu Sari Rasa yang suddah ada sejak tahun 1986.

Tahu Bumbu sebenarnya mirip dengan olahan tahu di beberapa daerah, namun berbeda nama. Menu ini menyajikan tahu yang digoreng, lalu disajikan dengan nasi atau irisan lontong. Penyumbang kelezatannya tentu saja dari saus kacang tanah yang kental, sedikit pedas, plus kucuran kecap manis. Taburan bawang goreng dan kerupuk jadi pelengkapnya. Nah, menu seharga Rp 6.500 ini pun siap disantap. Tahunya boleh memilih yang agak kering, atau masih sedikit basah. Tergantung selera saja. Sekilas menu ini mirip dengan Kupat Tahu di Bandung, atau Nasi Tahu di Kudus. Tahu dan saus kacang sepertinya menjadi paduan umum dalam kuliner Indonesia. Sebagai lauk tambahan, tersedia bakwan, risoles, hingga telur asin yang bisa Anda pilih.
Kedai milik Bpk. Edo ini berada bersama deretan Kedai Soto Tangkar Mang Nean yang kondang itu. Dalam sehari, kedai ini menghabiskan 1-2 papan tahu. Agar sajiannya selalu hangat, tahu terus menerus digoreng menggunakan api kecil. Jadi terkadang ada tahu yang kulitnya sampai kering dan justru banyak disukai.
Nah, jika ingin mencicipi, kedai ini buka mulai pukul 07.30-21.00. Lokasinya tepat di sebelah toko roti Dewi.

11. Ayam Panggang M Ochit

Tak usah beranjak jauh dari kedai Tahu Bumbu sebelumnya, masih di ruas jalan yang sama, Anda juga bakal menemukan beberapa pedagang ayam panggang yang mangkal di sini. Setidaknya ada 5 pedagang yang menjajakan menu yang sama. Aroma asap panggangannya benar-benar menggoda pengunjung yang lewat. Harum sekali!

Salah satu kedai yang cukup ramai adalah milik M. Ochit (36). Letaknya di depan SD Mandalasari. Konsep kedainya juga menggunakan tenda sederhana, tapi cukup provokatif karena panggangannya diletakkan di luar dengan asap yang membubung kemana-mana. Tumpukan ayam utuh juga tampil 'mengundang' dibalik kaca gerobaknya.
Ayam panggang di sini dijual per ekor. "Konsepnya memang lebih untuk makan ramai-ramai di rumah atau untuk oleh-oleh," urainya.
Uniknya, ayam ini sama sekali tidak direbus dulu dengan bumbu, melainkan dibumbui dalam kondisi mentah saja. Bumbunya terasa gurih, bersama warung kuning pertanda ada peran kunyit sebagai komponen bumbunya. Ayam dilipat sedemikian rupa sehingga paha dan sayapnya saling melipat kokoh. Saat pembeli datang, barulah ayam dipanggang sampai matang.
Saat dicicipi, wah, bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Selain itu dagingnya juga empuk, mudah sekali disobek. Soalnya pakai ayam kampung muda, sekitar umur 4 bulanan.

Namun jika ingin menikmati di kedainya, Ochit menyediakan Nasi Timbel, plus lalapan dan sambal sebagai pelengkapnya. Kalau tak habis, tenang saja, sisanya tinggal dibungkus untuk dibawa pulang. Selain itu tersedia juga hati, ampela, hingga jantung yang dibentuk menjadi sate.
Jika disimpan, ayam panggang ini bisa bertahan sampai 2 hari. Dalam sehari. Anda bisa mencicipi kelezatan ayam panggang ini sore hari. Ochit membuka kedainya mulai pukul 16.00-22.00.

12. Pujasera Tuparev
Oval: evasepsiliasari
www.wisata-karawang.blogspot.com
lebih lengkap kuliner karawang ? follow @KarawangKuliner

Kuliner di Karawang sepertinya mulai bergeliat dinamis. Di beberapa sudut kota mulai bermunculan pusat-pusat kuliner yang nyaman dan menawarkan kuliner yang lezat dengan harga cukup bersahabat. Biasanya, pusat jajanan hanya terpusat di alun-alun Karawang saja. Namun kini juga terdapat di beberapa tempat lain. Salah satunya yang cukup nyaman adalah Pujasera Tuparev di pusat kota Jl. Tuparev.

Di sini ada sekitar 15 kedai yang menawarkan aneka makanan. Ada yang khas Karawang, Sunda, hingga daerah lain. Di deretan sebelah kanan, kita bisa menjumpai kedai yang menawarkan aneka hidangan khas Sunda seperti Nasi Timbel dengan aneka lauk, seperti Ayam Goreng, Ikan Mas, Sayur Asem, hingga variasi lainnya seperti Sop Iga, Iga Bakar, hingga Bebek Krispi.
Sementara di sisi tengah kita bisa menjumpai kedai yang menyajikan Sate Maranggi khas Plered, Purwakarta. Sajian ini menawarkan sate berbahan sapi yang direndam bumbu manis, lalu disajikan dengan saus kacang. Sementara di sebelahnya terdapat kedai yang menawarkan aneka sajian berbahan ayam, seperti Pepes Ayam, Ayam Bakar Madu, hingga Ayam Tulang Lunak.
Beralih ke sebelah kiri, ada kedai yang menawarkan hidangan khas Makassar, seperti Coto Makassar, Sop Konro, Mi Titi, Es Pisang Hijau, hingga Pisang Epe yang legit. Tak seberapa jauh di sebelahnya, ada kedai emuzamiel yang menawarkan menu Nasi Kebuli Kambing dan Kebuli Ayam yang tak kalah lezat. Menu Karawang sendiri diwakili dengan aneka Pepes, dan tentu saja Soto Tangkar.
Aneka menu ini ditawarkan dengan harga cukup bersahabat, berkisar antara Rp 7 ribu-Rp 15 ribu per porsi. Sedangkan konsep pujaseranya semi terbuka dengan atap di beberapa sisi.
Kedai di Pujasera Tuparev ini rata-rata buka mulai pukul 10.00-21.00.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar